Powered By Blogger

Sabtu, 02 Juni 2012

PROFIL "AL-MAJID"HOME INDUSTRY TEXSTILE

My Profil
 produksi rumahan tekstile yang berada didaerah jawa timur,gresik yang telah berdiri sejak tahun 1997.memproduksi sebuah tekstil sarung tenun ATBM(asli tenun bukan mesin) dengan kreatifitas dan keuletan para pengrajin sarung tenun ATBM menghasilkan sarung dengan motif yg bagus,corak- corak yang indah,dan cerah,dan bahan dasar pembuatan sarung tenun dengan pilihan benang kualitas import yg sangat bagus dan kuat,serta bahan pewarna benang yg tidak mudah luntur.
  kami selalu mengutamakan kualitas dan kuantitas produk kami agar konsumen puas dengan hasil produk - produk kami,


Sarung Tenun

Sarung Tenun: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui
Sarung. Siapa tak kenal jenis sandang yang satu ini? Bisa jadi, sarung adalah benda wajib yang harus ada di dalam lemari tiap orang Indonesia. Penjualan sarung mencapai puncaknya menjelang lebaran. Iklan-iklan sarung bersliweran di layar kaca. Beberapa merek sarung lekat begitu saja di kepala. Sebut saja Gajah Duduk atau Wadimor.
Umumnya sarung bercorak kotak-kotak, terbuat dari bahan polister, katun, atau sutra. Selain sarung yang diproduksi masal di pabrik menggunakan mesin, ada juga sarung yang diproduksi dengan cara tradisional, yaitu sarung tenun.
1. Definisi Sarung
Definisi sarung yang termaktub di wikipedia menyebutkan, sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa/tabung. Ini adalah arti dasar dari sarung yang berlaku di Indonesia atau tempat-tempat sekawasan. Dalam pengertian busana internasional, sarung (sarong) berarti sepotong kain lebar yang pemakaiannya dibebatkan pada pinggang untuk menutup bagian bawah tubuh (pinggang ke bawah).
Sarung tenun dibuat dengan cara ditenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang terbuat dari kayu atau disebut Gedokan.
2. Sekilas Pembuatan Sarung Tenun
Membuat sarung tenun dengan ATBM butuh keterampilan, ketelitian, dan kesabaran yang tinggi. Bayangkan saja, untuk menyelesaikan selembar sarung tenun, butuh 6-10 jam, tergantung tingkat kehalusan. Untuk corak yang sulit, bahkan butuh waktu berbulan-bulan.
Tahap-tahap membuat sarung tenun adalah ngiket, medhang, nyelup, ngebom, menenun, nggosok (menghaluskan dengan setrika) dan melipat, memberi cap, dan terakhir mengepak.

3. Kegunaan Sarung Tenun
Sarung digunakan sebagai pelengkap busana kaum adam, bisa dipakai sebagai pakaian sehari-hari maupun dikenakan saat beribadah. Sarung juga jamak dipakai sebagai selimut, dan biasa juga dikenakan oleh wanita.
Di beberapa daerah di Indonesia, sarung tenun merupakan pakaian adat atau pakaian kehormatan.
4. Beberapa Macam Sarung Tenun
Tiap daerah mempunyai motif  sarung tenun yang khas. Di Sumatra Selatan, kain songket dengan teknik ikat pakan dengan benang-benang emas atau kain limar yang dibuat sarung disebut sewet.
Pada sewet untuk laki-laki, latar belakang sarung bermotif kotak-kotak atau garis-garis, sementara pola hias limar berupa bunga-bunga kecil diletakkan di kepala atau di badan sarung. Motif di kepala sarung ditonjolkan dengan diberi warna yang lebih gelap.
Orang Bugis menamai sarung tenun sesuai dengan nama tempat sarung tersebut dibuat. Misal, sarung Samarinda, atau sarung Donggala.
Sementara itu, di Sumba, terdapat jenis sarung setinggi dada untuk dipakai oleh wanita. Lau Pahudu namanya. Ragam hias sarung tersebut berupa motif leluhur dengan kedua tangan dan kaki terbuka, disertai motif  ayam di jalur atas dan bawah yang mengapit jalur tengah sarung yang berhias corak geometris, meander, dan kait.
Sementara itu di Bima, sarung tenun bernama Tembe Nggoli, terbuat dari benang kapas, dan berwarna-warni cerah.
Masih banyak sarung tenun buatan dalam negeri. Tiap daerah mengusung keindahan dan keunikan tersendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar